Wed 08 09/2010  

  Member Login
  Username
  Password
   
  Free Registration
Forget Password
 

RASfm - STUDIO ONAIR



Hot Events
~ ON AIR


Hot Events ~ OFF AIR
Info & LINK
 
 


Download

Rekomendasi Link

Hubungi Kami


 



 

Mutiara Hikmah

 
Posted : 31 Okt 2008 08:30:46 WIB | 488 Reads, 0 Comments
       
Tingkatan Sabar Bagi Kaum Sufi
by : republika.co.id

Al-Syibli, seorang sufi, ditanya oleh seorang pemuda mengenai sabar. ''Sabar macam apa yang paling sulit?'' tanya pemuda itu. ''Sabar demi Allah,'' jawab Al-Syibli. ''Bukan,'' tolak si pemuda. ''Sabar dalam Allah,'' jawab Al-Syibli. ''Bukan,'' katanya. ''Sabar dengan Allah,'' ucapnya. ''Bukan,'' bantahnya. ''Terkutuklah kamu, sabar macam apa itu?'' kata Al-Syibli jengkel. ''Sabar dari Allah,'' jawab pemuda itu. Al-Syibli menangis, lalu pingsan.

Dialog ini menjelaskan kepada kita mengenai tingkatan sabar bagi kaum sufi. Sabar dari Allah (ash-shabr 'an Allah) paling sulit ditempuh dari tingkatan sabar lainnya. Untuk mencapai maqam ini, Ali bin Abi Thalib selalu berdoa, ''Ya, Tuhanku, Junjunganku, Pelindungku! Sekiranya aku bersabar menanggung siksa-Mu, bagaimana aku mampu bersabar berpisah dari-Mu?!''

Dalam literatur tasawuf, sabar (sabr) salah satu maqam, selain zuhd, ma'rifah, mahabbah, tawbah, wara,' faqr, tawakkal, dan ridha. Menurut Nashiruddin Al-Thusi dalam Manazil Al-Sa'irin, ''Sabar membuat batin tidak sedih, lidah tidak mengeluh, dan anggota badan tidak melakukan gerakan-gerakan.''

Sedang bagi orang awam seperti kita, ada tiga tingkatan sabar seperti dijelaskan Nabi Muhammad SAW dalam Al-Kafi. Ali bin Abi Thalib berkata, ''Rasulullah bersabda, 'Ada tiga macam sabar: sabar ketika menderita, sabar dalam ketaatan, dan sabar untuk tidak membuat maksiat.

Orang yang menanggung derita dengan sabar dan senang hati, maka Allah menuliskan baginya tiga ratus derajat (yang tinggi), ketinggian satu derajat atas derajat lainnya seperti jarak antara bumi dan langit. Dan orang yang sabar dalam ketaatan, maka Allah menuliskan baginya enam ratus derajat (yang tinggi), ketinggian satu derajat atas derajat lainnya seperti derajat antara dalamnya bumi dan 'Arsya. Dan orang yang sabar untuk tidak berbuat maksiat, maka Allah menuliskan baginya sembilan ratus derajat (yang tinggi), ketinggian satu derajat atas derajat lainnya seperti jarak antara dalamnya bumi dan batas-batas terjauh 'Arsy.''

Sabar ketika menderita berarti kita tabah menghadapi musibah dan bencana yang ditimpakan oleh Allah (Q.S. 2:155-57), sebagai ujian untuk menyadarkan kita. Sabar dalam ketaatan berarti kita menahan kesusahan dalam menjalankan ibadah. Contoh konkret, para calhaj harus bersabar ketika pemberangkatannya tertunda. Sabar dalam musibah adalah sumber ridha atau puas menerima takdir Allah. Sabar dalam ketaatan merupakan sumber keakraban dengan Allah. Dan, sabar tidak berbuat dosa adalah sumber ketakwaan diri kepada Allah.






5 Next News  
  Bersabarlah! Maka yang lain pun bersabar
  Ilmupun Bisa Menjadi Bak Harta yang Sia-sia
  Kebaikan Akan Tetap Jadi Kebaikan, Jika Kita Menjaga Sabar
  Keberanian
  PELUANG
5 Previous News  
  Kemiskinan Itu Ujian Allah!
  Belajar Sabar dari Seorang Pepeng
  Istiqamah Hingga Akhir Hayat
  DeLancey, Perjalanan Spiritual Seorang Pembantu Pastor Menjadi Seorang Muslim
  Tertawa


0 Comments for - Tingkatan Sabar Bagi Kaum Sufi


 
 

 


 




 
Head Office :
GRAHA ARRASYIDIYAH
Jl. KH. Abdullah Syafi'ie No. 21A, Tebet
Jakarta Selatan 12840 - Indonesia
Phone. +6221 8319219, 8292103, 8292433, Fax. +(62-21) 831 9214,
e-Mail : info@rasfmjakarta.
com